Program=acara atau pengacaraan kalau dilihat dari bahasa Indonesia-nya. Pemrograman komputer adalah pengacaraan komputer, jadi bingung. Memang kalau penyulihan bahasa secara kata-per kata menjadikan arti yang kadang-kadang aneh atau rancu didengarnya. Program yang saya tulis disini adalah program hibah PHKi untuk A2 dengan judul keren mentereng Digital Campus Development.
Disebut sebel, kepaksa di telan jadi dah mau muntah ditahan-tahan dan bikin mencret yang akhirnya berujung di pan***t. Kalau tulisan ini jadi omongan dibelakang atau apapun intepretasinya, saya bilang terserah dan kalau nggak benar atau merasa dirinya benar silahkan tulis sanggahan pada komentar. Nggak akan dihapus dan nggak akan diedit sedikit pun, biar belajar kalau ada tulisan dan nggak setuju bales lagi dengan tulisan, atau jadi polemik.
Cerita-nya begini, dahulu kala ketika sang putri menunggu seorang diri di atas menara untuk diselamatkan oleh seorang pangeran. Lho koq jadi HC Andersen he he he….
Episode 1
Saya sebelumnya koordinator program A2 kemudian dilengserkan menjadi ketua aktivitas A.2.1 isinya tentang SIM (yg jelas bukan surat izin mengemudi), figure out by your self apa itu SIM. kemudian ketua aktvitas A.2.2 rada hore… (am) dan A.2.3 makin gak jelas, apalagi saat kepilih jadi kajur IF.
Tiap buat revisi RIP lagi-lagi ddr+moel yg kerja untuk ketiga aktivitas itu (A21, A22, A23) dan sebenarnya “sumpah” nggak masalah buat saya asal honornya buat saya juga (fair aja, orang banyak kerja, banyak duit). Sampe laporan interim harus dibuat (sekitar minggu ke-2 Oktober2008) baru muncul assignment untuk A.2.2 ketua-nya seorang perempuan dan A.2.3 seorang laki-laki yang kedua-nya notabene adalah dosen baru. Menurut saya wajar, kalau nggak tahu mana ujung pangkalnya karena ke dua orang ini baru. Tapi ya mbok tanya-tanya lah sama koordinator program atau sama saya baik-baik kalau mau tahu. Kenyataannya baru nanya ketika ada rencana monev oleh dikti.
Episode 2
Sebelumnya Selasa awal november ada rapat direktorat, membicarakan mengenai status pengembangan oleh konsultan. Serasa ditusuk dada oleh dua pihak dan nggak bisa berkata banyak ketika ditanyakan source code dimana dan kenapa gak diberikan ke konsultan. Dalam hati saya gak bisa berkata banyak, karena menghargai perjanjian walau tanpa kertas kalau saya subkon pada konsultan tsb (dan terutama saya pikirkan 8 orang dibawah saya sebagai developer nasibnya). Saat bos bilang deal saya dengan konsultan off, lebih kaget lagi, ternyata konsultan ngomong ke bos urusan ini (tusukan pertama). Kemudian ditanyakan kenapa source code nggak dikasihkan ke konsultan karena, masih dipegang untuk dikembangkan lebih lanjut oleh anak-anak developer. Bos mengatakan itu milik univ, I said, yes that’s belong to univ, tapi kelu mau mengatakan masih dikembangkan oleh tim 8 developer tadi, bos melotot dan saya terdiam.
Urusan kedua adalah masalah website, (btw saya lengser dari Ka. PTI, lihat post sebelumnya) dikatakan oleh kalau password belum dikasihkan ke pejabat baru. sehingga belumb bisa update website-nya. Saya katakan sudah diberikan dalam bentuk file excell daftar server dan alamat IP dan password-nya. Tapi kekeuh disalahkan lagi sama bos, (tusukan ke-2). Sampai keluar statement semua password harus di setor ke bos, incase saya ketabrak dan mati (amit-amit). Dan sampe tulisan ini di buat, password root pada belum di ganti, ha ha ha dan account saya masih ada aktif, lebih ha ha ha lagi. Pertanyaannya bisa nggak ganti password.
Episode 3
Hati remuk redam, sampai butuh lima batang rokok, satu cangkir kopi dengan komposisi 2 kopi dan setengah gula. Waktu berlalu sekitar sepeminuman teh, dilanjutkan lagi rapat dengan konsultan dengan hati sudah menerima dan cukup legowo kalau kata orang jawa mah. Keluar action plan dan lain-lain, saya kemudian pulang dengan gontai dan mulai memikirkan nasib, apa sedemikian salahnya saya.
Episode 4
Jum’at pertengahan november 2008, rapat adanya monev oleh dikti dan harus menyiapkan berbagai dokumentasi. Saya ada didalam rapat tersebut dan menurut saya bukan hal yang susah menyiapkan dokumen2 tersebut. Tapi dipenghujung rapat saya mulai lagi di judge nggak memberikan aktivitas A.2.2 ke dosen incharge-nya yg baru. Mulai ngerembet lagi ke masalah password huhhh, sampai purek turun tangan dan berbicara harus lebih berkoordinasi lagi. Masalahnya siapa yg harus memulai, si ibu A.2.2 baru tahu dapet SK incharge di A.2.2 belum lama, dan itu pun tahu dari temennya. DEngan alasan ini, tetap saya ketiban disalahkan karena belum memberitahukan password (lhoh password apa lagi). Dijelaskan kalau untuk A.2.2 LMS dan Digilib tinggal buat laporan saja, dan kalau mau coba akses sudah ada. Tapi dasar sue disalahkan terus.
Tolong lah jawab kondisi yang sebenarnya dan jangan buat jawaban yang ambivalen sehingga saya disalahkan terus. Saya sudah berusaha menyelamatkan program, jangan menyelamatkan pantat masing-masing.
Episode 5
22 November 2008, orang yayasan tahu dari ibu A.2.2 dan moel menjawab “orang baru incharge” lalu selama orang itu nggak ada (sebelumnya) siapa yang ngurus A.2.2 dan A.2.3.
Epilog
Cape, mau pulang dan kalau bisa istirahat. Halo ananda larasati, ayah pulang dan beritahu bunda siapkan makan malam yang lezat yaitu “Mi Goreng” dari indomie. Ayah sudah kehabisan uang,………