IT dibangun

Sabtu, sore hujan menguyur kota Bandung, dan nampak di jendela. Ahh, setelah menyelesaikan pekerjaan #@123#121~# PHKi, saat nya istirahat sambil menunggu huja reda. Waktunya tidur sore, sebentar saja, cellphone mode silent.

Tiba-tiba telp ext 131 menyahut dan diseberang sana pak M meminta turun ke Lt1 yayasan. “Ada pembicaraan mengenai wireless” katanya, seraya masih ngantuk dan agak males akhirnya turun juga ke bawah.

Di ruangan rapat yayasan nampak beberapa orang dan semuanya sudah cukup dikenal, kecuali satu “siapa itu ?”. Paling orang bawaan lagi dari orang yayasan untuk meminta pendapatnya (ahli mungkin). Kemudian mulai-lah pembicaraan tentang wireless, nampak dimeja proposal pengembangan wlan buatan saya. Ohh, membicarakan proposal rupanya, (asyik jadi nih kerjaan). Tapi dalam perjalanan koq membicarakan apa bisa wlan lama dinyalakan kembali.

Jawaban moel sederhana : BISA !!!!!!, tinggal colokin kabel dan selesai. Gimana dengan kualitasnya tanya orang yayasan, jawabannya QOS sesuai dengan yang ada. Jangan harap lebih, serta kerumitan user akan tetap mulai dari konek wlan terus nyalain openVPN. Saya bilang, proposal saya akan menghilangkan kerumitan tersebut.

Terus sang ahli menanyakan kenapa harus menggunakan WDS, kenapa gak setiap AP langsung tarik kabel. Saya jawab “simpel dan nggak costly”, tapi dia tetap mengatakan bahwa WDS menurunkan bandwidth AP. Saya jawab “ya, tapi lihat dulu dari sisi user, apakah akan menggunakan seluruh bandwidth wlannya untuk internet ?, tentu saja tidak, lha wong bw inet cuma 2 Mbps sementara bw WLAN 54Mbps nah loh “.

Pembicaraan terus berlalu dan tidak banyak membahas tentng proposal, “ya sudahlah” dalam hati saya katakan proposal-ku sudah berakhir. Tapi minta bantuan saya untuk pemeriksaan wlan senin ini. Dalam hati “kerja terus, terus duitnya ?”. Ya saya bakal supervisi dengan sederhana saja alias cuma melakukan BCTTs atau “Bisa-nya Cuma Tunjak Tunjuk saja“, ha ha ha ha. Pak Moel kesana pasang Antenna dan wireless, saya tunggu disini saja (blulrl) ?

Pembicaraan berlanjut mengenai IT yang dulu saya pegang dikatakan bukan dibangun oleh orang IT. Lha saya bukan orang IT tapi TI yang sudah belajar IT nggak sebentar dua bentar, berani adu sama (harap di tjatat ini !!!). Ahh udah cape dengerin, saya cuma tersenyum-senyum saja kayak monyet ketemu kendang di bawah fly over perempatan Tjihampelas. Karena membayangkan yang bangun IT selama ini di universitas adalah toekang sampah ha ha ha. Nampak bahwa selama ini saya bego urusan IT, tapi sebenarnya lebih bego lagi ha ha ha, colok kabel power ke PC aja harus nyuruh orang lain. Service yang sudah dibangun selama ini bisa dikatakan nggak ada dan tidak pernah merasakan benefit nya (waduh !!!!).

Ya pesan moral di epilog ini adalah, “jangan menghilangkan hasil pekerjaan orang lain kalau Anda belum bisa melakukannya, dan hargai yang telah dilakukan jangan mengalikan dengan null”. Kemudian “jangan mendengar dari satu pihak saja karena mereka adalah pendongeng yang baik, dengarkan lah pihak yang lain” kata Phill Collins “Both Side of Story”. Kemudian saya merasa penilaian ini sudah bergeser menjadi personal dan mulai hari ini, prinsip saya adaha IDC dan tersenyum adalah ibadah (disamping pura-pura bego). Kesuksesan adalah keberhasilan menjadi orang baik, artinya tidak menyakiti pihak manapun. Jika selama ini ada orang yang tersakiti oleh saya, maka saya tidak minta dimaafkan kesalahannya namun dimaafkan dosa-nya dan diberikan enlightment untuk hari esok yang tidak tahu cerah atau hujannya.

~ by diditdr on December 1, 2008.

Leave a Reply